Fungsi Utama Web Hosting dan Jenisnya

24

Pengguna jaringan internet tentu tidak asing dengan istilah web hosting baik seorang blogger, website perorangan ataupun website sebuah perusahaan. Perkembangan teknologi ini membuat setiap orang dapat berhubungan langsung dengan orang lain yang sulit untuk di jangan dengan situs atau website.

Web hosting atau biasa di sebut hostingan adalah tempat penyimpanan data situ berupa halaman web, script PHP, dan kode CSS. Jadi setiap orang dapat mengaksesnya dengan menggunakan jaringan internet, termasuk dalam Smartphone. Oleh karena itu, teknologi ini sangat penting untuk perkembangan sebuah aplikasi atau website.

Ada banyak perusahaan penyedia web hosting yang memberi server penyedia tempat penyimpanan data dengan berbayar, sehingga setiap orang bisa menyimpan data mereka sendiri. Kapasitas penyimpanan ditentukan berdasarkan tarif dari setiap penyimpanan, karena sebagai wujud dari pelayanan mereka.

Nah, bila kamu ingin belajar mengenai jaringan komputer terutama Internet, maka web hosting merupakan pelajaran wajib yang harus dipahami. Ketika memahaminya kamu akan mengerti apa saja kebutuhan dari sebuah website dan perbedaan antara domain dengan hosting. Jadi pada kesempatan kali ini kita akan berbagi sedikit informasi mengenai fungsi utama dari web hosting dan jenisnya, dengan begitu bisa memahami posisi kamu dalam jaringan internet.

Fungsi Utama Web Hosting

Sebelum melakukan hosting, sebaiknya kamu memahami fungsi-fungsinya terlebih dahulu, sehingga bisa memaksimalkan hosting sesuai kebutuhan. Berikut beberapa fungsi dari hosting yang wajib diketahui :

1. Tempat Penyimpanan Data

Fungsi utama dari sebuah web hosting yaitu sebagai tempat penyimpanan data atau file dari sebuah aplikasi atau website secara online, sehingga bisa diakses oleh orang banyak dengan jaringan internet. Hosting dapat dikatakan sebagai sebuah perpustakaan dan website sebagai buku-bukunya, sehingga banyak orang yang bisa melihat atau membaca buku tersebut. Jadi pemilik website bisa memberikan informasi sesuai kebutuhan user.

2. Alamat Akses atau Link Website

Hosting juga berfungsi sebagai redireksi dari sebuah DNS. Contohnya ada sebuah situs 101.com, situs ini sudah teregistrasi dalam sebuah DNS. Ketika ada seseorang ingin mengakses situs tersebut, maka server akan mengakses link hosting yang digunakan dalam hosting.

Jadi biarpun website atau situs kamu sudah terdaftar dalam DNS tetapi tidak dimasukkan dalam web hosting, website tersebut tidak akan bisa di akses oleh orang lain. Bahkan bisa memunculkan keterangan error saat ada orang ingin mengaksesnya.

3. Menjaga Website atau Aplikasi Tetap Online

Fungsi terakhir dari web hosting yang terakhir sangatlah penting untuk sebuah website atau aplikasi, bahkan fungsi ini hanya ada di hosting. Dimana website kamu akan selalu dalam kondisi online selama penyedia hosting website tetap terjaga dan tidak ada masalah, maka website kamu bisa di akses kapan saja dan dimana saja tanpa khawatir bila sewaktu-waktu mati.

Walaupun ada beberapa kasus sebuah website mati, tetapi ini hanya sebagian kecil saja. Umumnya situs tersebut menggunakan web hosting free, maka ada baiknya menggunakan hosting berbayar yang lebih aman dan memiliki garansi untuk uptime. Bilamana website untuk keperluan bisnis atau profesi, gunakan web hosting sudah berpengalaman, sehingga berapa pun yang mengakses website tidak akan mendapat masalah. Sebelum memulai untuk web hosting, sebaiknya kamu mengetahui jenis-jenisnya. Jadi kamu bisa memilih hosting yang sesuai dengan kebutuhan website atau aplikasi.

Jenis-jenis dari Web Hosting

Setelah mengetahui beberapa fungsi utama hosting di atas, kamu juga harus mengetahui jenis-jenis hosting. Berikut beberapa diantara jenis web hosting.

1. Virtual Hosting

Shared atau Virtual Hosting merupakan jenis web hosting yang paling umum digunakan oleh pemilik website. Dimana dalam sebuah server menawarkan beberapa hosting dan salah satu diantaranya miliki kamu sendiri serta beberapa hosting lain.

Sementara untuk biaya hosting jenis virtual terbilang sangat murah. Oleh karena itu, banyak pengusaha ataupun perorangan lebih memilih hosting virtual, terutama untuk website yang digunakan setiap hari.

2. Free Hosting

Free hosting atau hosting gratis biasanya digunakan oleh pemula, sebab web hosting ini tidak memerlukan biaya sewa untuk hosting website atau aplikasi sesuai dengan namanya. Selain itu free hosting juga lebih minim resiko, terutama bila website hanya digunakan untuk sendiri.

Walaupun begitu, layanan ini biasanya akan menampilkan banyak iklan yang mengganggu saat mengaksesnya. Selain itu, free hosting memiliki beberapa keterbatasan seperti jumlah bandwidth, kapasitas penyimpanan, dan resiko website off. Jika ingin memilih web hosting untuk sebuah bisnis atau usaha pastikan backup database, layanan support, dan bandwidth yang digunakan oleh penyedia jasa.

Category: Ragam
author
No Response

Comments are closed.